Selasa, 06 Januari 2015

Sleep Paralysis (Kelumpuhan Tidur)



Apakah Anda pernah merasa panik saat tidur karena tubuh seolah-olah ditindih oleh sesuatu namun Anda tidak bisa bergerak, berteriak dan terbangun ?  
Masyarakat menyebut fenomena itu sebagai tindihan karena mahluk halus. Menurut penjelasan medis, tindihan disebut dengan kelumpuhan saat tidur (sleep paralysis). Ini adalah fenomena yang normal. Usia rata-rata bagi seseorang yang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14–17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Ini adalah fenomena yang normal dan hampir setiap orang dalam hidupnya pernah mengalami kelumpuhan saat tidur.


Sleep paralysis paling sering terjadi pada seseorang yang kurang tidur karena dipicu oleh rasa kelelahan, stres dan cemas yang berlebihan. Sebagai pengetahuan, berdasarkan pada gelombang otak, tidur terbagi dalam empat tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM (Rapid Eye Movement). Pada tahap REM inilah mimpi biasa terjadi. Kelumpuhan saat tidur, menurut penjelasan dr.Rismawati Tedjakusuma, spesialis saraf dan ahli tidur, disebabkan karena adanya ketidaksesuaian antara tidur REM dengan bangun. 
Fase tidur REM adalah periode tidur yang paling dalam nyenyak. Pada tahap inilah mimpi terjadi. Selama tidur REM otot-otot berada dalam kondisi yang sangat lemah. "Ini mekanisme alami supaya kita tidak memeragakan mimpi yang dialami," katanya. 

Saat mengalami sleep paralysis otak sebenarnya sudah keluar dari tahap REM tetapi tubuh belum sehingga otot-otot masih lemah. "Jadi rasanya seolah-olah kita ingin bangun dan buka mata tapi tubuh tidak bisa digerakkan," kata Risma yang juga anggota Indonesia Sleep Society ini. Sebagian besar orang percaya bahwa gangguan tidur seperti ini bisa mengancam nyawa seseorang, namun itu hanyalah ketakutan yang dialami oleh seseorang secara berlebihan karena pada dasarnya sleep paralysis tidak berbahaya. Jika Anda mengalami sleep paralysis usahakan untuk tetap merasa rileks dan tenang karena nantinya perasaan lumpuh tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Cara ideal untuk mengatasinya tentu menghindari beberapa pemicu penyebab terjadinyasleep paralysis. Jika tindihan disebabkan karena kelelahan, sebaiknya perbanyaklah istirahat agar Anda tidak mudah lelah. Usahakan tidur 8–10 jam sehari pada jam yang sama di setiap malam. Perlu diketahui juga, sleep paralysis umumnya terjadi ketika seseorang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu mengubah posisi tidur kita untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar