Selasa, 10 Maret 2015

Bahasa Pemograman Pascal

Pada tahun 1971, Profesor Niklaus Wirth dari Technical University of Zurich, Switzerland, memperkenalkan bahasa pemrograman Pascal. Nama Pascal diambil dari nama seorang matematikawan Perancis, Blaise Pascal. Beliau membuat bahasa pemrograman Pascal untuk menjadi alat bantu belajar pemrograman bagi para mahasiswanya dan melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.
ada Pascal, programmer harus harus menentukan tipe data dari suatu variabel, dan variabel tersebut tidak dapat dipergunakan untuk menyimpan tipe data selain dari format yang ditentukan. Beberapa pengecualian berhubungan dengan tipe data antara lain, tipe data real bisa menyimpan tipe data integer (dan menjadi data real), demikian juga tipe data string bisa menyimpan tipe data char. Dalam bahasa pemrograman Pascal, tidak membedakan huruf kapital maupun huruf bukan kapital (not case sensitive), sehingga penulisan sintak BEGIN sama saja dengan begin ataupun Begin. Hal ini berlaku untuk semua kata cadangan (reverse word) maupun variabel.
Contoh penulisan program Pascal:
Program Mencari_Luas_Segitiga;

  Tetapan = 0.5;
Var
  Alas, Tinggi : integer;
  Luas : real;
Begin
  Panjang := 5;
  Luas := Tetapan * Alas * Tinggi;
  Writeln(Luas);
End.
Perintah Dasar Bahasa Pascal

1. Write dan Writeln 

Perintah write dan writeln digunakan untuk menuliskan data teks atau data variabel di layar yang terletak dalam tanda kurung. Data teks selalu diapit oleh tanda petik satu (‘) sedangkan data variabel dengan menyebutkan nama variabelnya.
Contoh : 
Write(‘Saya belajar bahasa Pascal’);
Writeln(‘Saya belajar bahasa Pascal’);

Perbedaan write dan writeln :
Setelah Write menuliskan datanya, maka kursor tidak berpindah ke baris berikutnya sedangkan dengan writeln, kursor akan berpindah ke baris berikutnya setelah menuliskan datanya. Kata writeln; tanpa diikuti teks dalam kurung sering digunakan untuk memindahkan posisi kursor ke baris berikutnya.
2. Read dan Readln:
Perintah read dan readln digunakan untuk membaca data variabel yang akan dimasukan ke dalam program. Jadi digunakan untuk  membaca data input data ke dalam program. Kata readln; tanpa diikuti teks dalam kurung sering digunakan untuk menghentikan sementara tampilan output program agar tampak di layar. Dengan menekan sembarang tombol, maka program akan dilanjutkan.
Contoh : Write(‘Nilai a = ‘); readln(a); Write(Nilai b = ‘);readln(b); Writeln(‘a = ‘,a); Writeln(‘b = ‘,b);

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar